Religiusitas dalam Adopsi Kosmetik Halal dan Penghindaran Produk Nonhalal: Tinjauan Sistematis
Keywords:
Religiosity, Halal Cosmetics, Non-Halal Product Avoidance, Purchase Intention, Muslim Consumer Behavior, Religiusitas, Kosmetik Halal, Prevensi Produk Non-Halal, Minat Beli, Perilaku Konsumen MuslimAbstract
Pertumbuhan kosmetik halal memperluas pilihan konsumen Muslim, tetapi literatur lebih sering menjelaskan minat beli daripada perilaku aktif menghindari produk non-halal. Studi ini bertujuan mensintesis pengaruh religiusitas terhadap penggunaan kosmetik halal dan prevensi produk non-halal, serta mengidentifikasi mekanisme yang menjembatani kedua perilaku tersebut. Penelitian menggunakan structured literature review dengan penelusuran publikasi 2015-2025 pada Scopus, Google Scholar, SINTA, dan DOAJ. Seleksi mengikuti tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi yang mengadaptasi PRISMA. Artikel empiris dan tinjauan yang membahas religiusitas, kosmetik halal, sertifikasi, niat beli, pembelian aktual, switching, atau avoidance disintesis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa religiusitas umumnya memperkuat sikap, niat, penggunaan, dan pembelian ulang kosmetik halal. Namun, pengaruh langsungnya tidak selalu signifikan karena bekerja melalui sikap, literasi halal, persepsi kegunaan label, kepercayaan, dan norma subjektif. Religiusitas juga mendorong prevensi produk non-halal melalui kewaspadaan bahan, pemeriksaan sertifikat, penghindaran kontaminasi, dan perpindahan merek ketika status halal diragukan. Studi ini mengusulkan model perilaku ganda: religiusitas mengaktifkan adopsi halal sekaligus avoidance non-halal, dengan pengetahuan dan kredibilitas sertifikasi sebagai mekanisme kunci. Implikasinya, edukasi dan ketertelusuran halal perlu dipadukan dengan kualitas produk agar komitmen religius menjadi perilaku aktual.